Pameran bersama Parallab
“a role play”
Parallab dengan dukungan dari Artsphere Gallery mengadakan
satu proyek pameran pada pertengahan
Februari ini. Sebuah proyek yang berangkat dari pemikiran kolektif
anggota Parallab menyikapi fenomena yang terjadi pada dunia seni rupa Indonesia
saat ini, ketika sebuah karya tidak saja menjadi dirinya sendiri, tetapi
memiliki berbagai tawaran strategis atas identitas perupanya; bagaimana sebuah
karya seni tidak lagi bersuara melalui pilihan material, tehnik ekspresi dan
dimensi dalam menyampaikan besaran konsep dibalik penciptaannya.
Identitas seniman pencipta karya seni tersebut sering
menjadi wacana besar posisi karya dalam peta seni rupa, sebuah hal yang dirasa
lumrah dan tidak bisa dihindari untuk berjalan berdampingan dalam perkembangan
seni rupa, namun tidak untuk mengkooptasi nilai-nilai lain yang seharusnya
berdiri sendiri dalam pemetaan sejarah seni rupa.
Proyek ini bermula dengan pilihan acak diantara sesama
anggota Parallab, setiap anggota mengambil nama anggota lainnya; untuk kemudian
mempelajari latar belakang, konsep, ide, tema dan pilihan material setiap
seniman yang terpilih dan berkarya atas nama seniman tersebut. Berkarya dengan
pola yang baru menimbulkan tarik menarik yang cukup terlihat dalam hasil akhir
karya; antara identitas asli dan identitas pinjamannya.
Mia Maria menemani kami dalam proses pembacaannya,
mengantarkan rangkaian karya dalam satu tulisan kuratorial yang merangkum setiap
perkembangan kegiatan proyek ini untuk ditampilkan
sejak 16 Februari 2012 kemarin di Artsphere gallery.
Parallab
resin on canvas
acrylic, pen, ink on canvas
wood, paint, metal
resin, paint, wooden base
pen on paper
digital print on canvas
10 minute video loop
synthetic hair, wood and metal








No comments:
Post a Comment