Thursday, February 16, 2012

Pameran bersama Parallab
“a role play”

Parallab dengan dukungan dari Artsphere Gallery mengadakan satu proyek pameran pada pertengahan  Februari ini. Sebuah proyek yang berangkat dari pemikiran kolektif anggota Parallab menyikapi fenomena yang terjadi pada dunia seni rupa Indonesia saat ini, ketika sebuah karya tidak saja menjadi dirinya sendiri, tetapi memiliki berbagai tawaran strategis atas identitas perupanya; bagaimana sebuah karya seni tidak lagi bersuara melalui pilihan material, tehnik ekspresi dan dimensi dalam menyampaikan besaran konsep dibalik penciptaannya.

Identitas seniman pencipta karya seni tersebut sering menjadi wacana besar posisi karya dalam peta seni rupa, sebuah hal yang dirasa lumrah dan tidak bisa dihindari untuk berjalan berdampingan dalam perkembangan seni rupa, namun tidak untuk mengkooptasi nilai-nilai lain yang seharusnya berdiri sendiri dalam pemetaan sejarah seni rupa.

Proyek ini bermula dengan pilihan acak diantara sesama anggota Parallab, setiap anggota mengambil nama anggota lainnya; untuk kemudian mempelajari latar belakang, konsep, ide, tema dan pilihan material setiap seniman yang terpilih dan berkarya atas nama seniman tersebut. Berkarya dengan pola yang baru menimbulkan tarik menarik yang cukup terlihat dalam hasil akhir karya; antara identitas asli dan identitas pinjamannya.

Mia Maria menemani kami dalam proses pembacaannya, mengantarkan rangkaian karya dalam satu tulisan kuratorial yang merangkum setiap perkembangan kegiatan proyek ini untuk ditampilkan sejak 16 Februari 2012 kemarin di Artsphere gallery.


Parallab




resin on canvas





acrylic, pen, ink on canvas


wood, paint, metal



resin, paint, wooden base

pen on paper


digital print on canvas


10 minute video loop





synthetic hair, wood and metal




resin, paint

wall text curatorial

SENI RUPA GINI GINI AJA tote bag




No comments:

Post a Comment